Tampilkan postingan dengan label habaib tarim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label habaib tarim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2018

Habib Umar Bin Hafidz Derajat Orang Yang Berilmu

.
TIGA DERAJAT ORANG BERILMU

1. Derajat Al Alim

Yaitu orang yang memiliki ilmu cukup untuk skala lokal, kebutuhan masyarakat sekampung, sedesa, sekecamatan.
Ia ibarat parit, sungai kecil. Mencukupi kebutuhan air untuk skala kecil, sekampung. Parit, atau sungai kecil, mudah sekali keruh jika hujan, mudah tercemar, terpengaruh hoax dan isu-isu agama, politik dan provokasi.

2. Derajat Al-Allaamah

Yaitu orang yang memiliki ilmu cukup untuk skala kabupaten. Ia bisa mencukupi berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat sekabupaten.
Ia ibarat sebuah sungai besar, tidak mudah tercemar dan kotor, tetapi tidak kuat menghadapi hujan lebat, longsor, dan banjir. Orang tipe ini, tidak mudah terpengaruh isu-isu agama, politik, dan propaganda, kecuali jika isu dan permasalahannya skala nasional.

3. Derajat Bahrul Fahhaamah

Yaitu orang yang berilmu sangat banyak, ujung keilmuannya tidak terukur. Bahrul Fahhamah, adalah samudera. Keilmuannya sudah seperti samudera yang mencukupi kebutuhan manusia satu negara, hingga satu benua. Samudera ilmu tidak akan tercemar walaupun dihujankan limbah kotoran dari alam dan oleh manusia jutaan ton setiap hari.

Selasa, 16 Oktober 2018

SIAPAKAH HABIB UMAR HBIB HAFIDZ ITU ???

Siapakah Alhabib Umar bin Hafidz Bin Syaikh Abu Bakr (BSA)?
_
Beliau dilahirkan sebelum fajar, hari Senin, 4 Muharram 1383 H / 27 Mei 1963 M di kota Tarim. Di kota yang penuh berkah inilah beliau tumbuh dan menerima didikan agama serta menghafal Al-qur'an dalam keluarga yang terkenal dengan keimanan, ilmi dan akhlak yang luhur. Guru pertama beliau adalah ayahanda beliau sendiri, yaitu Habib Muhammad bin Salim yang merupakan mufti kota Tarim Al-ghanna pada saat itu. Ayah beliau adalah seorang intelektual Islam dan seorang penyeru ke jalan Allah. Ayah beliau diculik secara tragis oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal.
_
Beliau, Alhabib Umar bin Hafidz telah benar-benar memahami Al-qur'an sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda.
_
Beliau kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Darul Musthofa dan berbagai pesantren yang telah dibangun dibawah manajemen beliau.
_
Beliau pun masih aktif dalam penyebaran Islam sehingga beliau meluangkan waktu hampir setiap tahunnya untuk mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia termasuk Indonesia demi melaksanakan kegiatan-kegiatan mulianya.
_
اللهم صلّ وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين.. _
@sulaimanrfai
#nasehat #nasihat #habaib #renungan #ahlulbait #ahlulbayt #alawiyyin #ilmu #hijrah #hijrahsantun #tarim #yaman #tarem #yemeni #MR #majlisrasulullah #majelisrasulullahsaw #habib #habibmundzir #habibumarbinhafidz #habibumar #ustadsegafbaharun #habibumarindonesia #habibalialjufri #habibalialjufrie #senyum

Senin, 15 Oktober 2018

HABIB UMAR BIN HAFIDZ DAKWAH DALAM SEGALA KEADAAN

DAKWAH DALAM SEGALA HAL & SETIAP KEADAAN

Sebagai Renungan dan Pengingat kita semua

Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tp sulit mengamalkannya.

Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.

Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.

Dahulu, harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur2an, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Kita telah sampai di zaman dimana bicara tanpa perlu suara, melihat tanpa perlu tatap muka dan memanggil tanpa perlu teriak. Hingga Bicara hanya perlu ketik saja. Melihat hanya perlu klik saja. Dan memanggil hanya perlu ping saja. Social Media telah menjadi budaya, Al-Qur’an pun semakin terlupa.

Dari yang hanya melihat-lihat, sampai mereka yg beradu pendapat. Dari tingkah yang dibuat-buat, sampai yang terang-terangan maksiat. Hingga tak sadar jemari ini berkhianat, menulis sesuatu yg tak bermanfaat. Hingga tak sadar mata ini berkhianat, melihat apa yang seharusnya tak boleh dilihat.

Wahai diri ingatlah !!!
Matamu akan menjadi saksi atas apa yang kau lihat.
Jemarimu akan menjadi saksi atas apa yang telah engkau tulis.

Suatu hari nanti apapun yg kau lakukan dengan anggota badanmu akan bersaksi dihadapan Penciptanya. Maka dapatkah kau membantahnya? Maka jgn sampai mereka menjadi musuhmu dihari perhitungan nanti.

Menjadi saksi keburukanmu di Sosial Media, saksi atas apa yang kau lihat, saksi atas apa yang kau tulis. saksi atas segala apa yang kita lakukan di Sosial Media.

Gunakan HPmu sebagai ladang amal,
Sebarkan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat.

Minggu, 14 Oktober 2018

IBUNDA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ

IBUNDA HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Teladan Wanita Muslimah saat ini..
Beliau adalah Hababah Zahro' Binti Hafidz bin Abdullah Al Haddar.

Beliau berpulang ke Rahmatullah pada malam Selasa, 22 Sya’ban 1436 H/ 9 Juni 2015,
Al-Arifah billah Hababah Zahro’ binti Hafidz bin Abdullah Al-Haddar, ibu kandung Habib Umar bin Hafidz dan Habib Ali Masyhur bin Hafidz.

Beliau wafat pada usia 96 tahun, sepanjang hidupnya Hababah Zahro’ dikenal sebagai wanita yang menghabiskan waktunya untuk ibadah, selalu berpuasa dan berdzikir terus-menerus.

Beliau sangat menjaga lisan dan pendengarannya dari ghibah (menggunjing), sehingga jika seseorang menyebut keburukan orang lain di hadapannya, Hababah Zahro’ segera memotong perkataannya seraya mendoakan,

اَللهُ يَهْدِينَا وَيَهْدِيهِ وَيَحْفَظْ قُلُوبَنَا وَأَلْسِنَتَنَا
“Semoga kita dan dia mendapat petunjuk dari Allah, semoga Allah senantiasa menjaga hati dan lisan kita.”

Setelah suami beliau, Habib Muhammad bin Hafidz syahid diculik komunis saat Habib Umar masih kecil, beliau tetap tegar dan melanjutkan pendidikan putra putra beliau. Sehingga ketika putra-putra beliau menjadi ulama besar.
Habib Umar menjadi rujukan ulama internasional dan kakaknya, Habib Ali Masyhur (ketua majelis mufti di Tarim).

Seseorang bertanya kepada Hababah Zahro’
“Wahai Hababah, apa kiatnya sehingga engkau punya putra-putra yang sholeh seperti mereka?”

Beliau menjawab, “Jadilah engkau orang sholeh, maka anak-anakmu akan menjadi orang sholeh pula.”

Semoga Allah merahmati beliau, meninggikan derajatnya di surga dan memberi kita keberkahan beliau, Aamiin.

Sabtu, 13 Oktober 2018

DAKWAH DAN PERJALANAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ DI KUNINGAN JAWA BARAT

Alhamdulillah...

Cahaya Tarim sudah hadir bersama kita, Alhamdulillah Allah Takdirkan hidup dizaman  ini, Alhamdulillah kita di pertemukan yang bersanad dengan, Fakhrul Wujud Alhabib Abubakar Bin Salim sampai Faqihil Muqoddam hingga Rasulullah SAW.

Namun terpenting bukan sebuah pertemua dan bersentuhan tangan saja.  Menghadirkan HATI dengan pemikiran yang di inginkan keturunan keturunan beliau itu yang musti di jalani.

Sesaat kita dihadirkan beliau ditengah kita... bagaimana hati kita, adakah keinginan terus memelihara hasad ? Memelihara pikiran kotor ? Berleha leha dalam majlis yang kurang manfaat ? Masih mencampuri urusan dunia dan akhirat ?

Dimana yg masih ada dalam diri kita, mana yang masih melekat dalam diri kita... jika ada ? Maka segerakan untuk membersihkannya segera..

Jika tidak ada perubahan, 1000 kali kedatangan beliau tidak dapat mempengaruhi apapun dalam diri kita.

Baarokallahu fikum, bagi yg sudah mengiringi beliau dengan 1000 hadroh kemarin. Kami mohon maaf sebelumnya jika dalam seluruh proses banyak mengecewakan saya secara pribadi mohon maaf. Seluruh jajaran struktur ishak kami pun mohon maaf. Perjuangan belum selesai...

Mungkin kita bisa bertemu dalam kesempatan yang sama atau tidak, kita tetap satu perjuangan. Maka TERUSLAH BERJUANG ambil hikmah dan Nasihat beliau dan JALANKAN dari sekarang.

Syukron
Baarokallahu fiikum

Mencium Tangan Ulama

Mencium tangan para ulama merupakan perbuatan yang dianjurkan agama. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mereka.

Kebiasaan mencium tangan merupakan kebiasaan baik sebagai tanda penghormatan, hal ini

telah dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana diriwayatkan bahwa Ibn Abbas ra setelah wafatnya Rasul saw beliau berguru pada Zeyd bin Tsabit ra, maka Ibn Abbas ra disuatu hari menuntun tunggangan Zeyd bin tsabit ra, maka berkata Zeyd ra :

“jangan kau berbuat itu”, maka berkata Ibn Abbas ra : “beginilah kita diperintah untuk menghormati ulama – ulama kita”,

maka turunlah Zeyd bin tsabit ra dari tunggangannya

seraya mencium tangan Ibn Abbas ra dan berkata : “Beginilah kita diperintah memuliakan keluarga Rasulullah saw”. (Faidhul Qadir oleh Al Hafidh Al Imam Abdurra’uf Almanaawiy Juz 2 hal 22), (Is’aful Mubtha’ oleh Al Hafidh Imam Assuyuthi ).

ALLOH PASTI MEMULIAKAN HAMBA YANG BERTAWADHU OLEH HABIB UMAR BIN HAFIDZ

ALLAH PASTI MEMULIAKAN HAMBA-NYA YANG TAWADHU'

Pengertian Sikap atau sifat tawadhu’ atau rendah hati adalah merupakan sikap rendah hati, sayang terhadap hamba-Nya serta tunduk kepada Allah. Allah swt juga menjelaskan pengertian tentang sifat seorang hamba yang rendah hati dalam kitabullah al-Qur’an Al-karim yang berbunyi :

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا

Artinya : Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan

Sungguh mulia Islam mengajarkan tentang sifat atau sikap mulia tawadhu’. Berdasarkan penjelasan Allah dalam Al-Qur’an di atas, mengajarkan bahwa seorang hamba Allah yang mempunyai sikap tawadhu’ adalah sikap seorang hamba Allah yang berjalan di atas bumi ini dengan rendah hati.

Orang yang memiliki sikap tawadhu’ adalah orang yang tidak pernah sombong dan bersikap angkuh dan tidak pernah menyombongkan diri. Karena orang yang sombong akan ditempatkan Allah dalam di neraka yaitu neraka Jahannam yang terdapat tujuh pintu di dalamnya. Dan Allah tidak menyukai serta memurkai orang-orang yang sombong, sebagaimana dijelaskan dalam firman-firmannya berikut ini:

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ

Artinya : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman : 18).

Semoga Allah senantiasa menjaga hati dan perbuatan kita dari kekotoran dan maksiat-maksiat dzahir dan bathin.

Ijazah Habib Umar Bin Hafidz Agar Ilmu Manfaat

﷽ #Ijazah_Dari_Guru_Mulia_Al_Habib_Umar_Bin_Hafidz_الحبيب_عمر_بن_حفيظ....

#Saya ijazahkan kepada kamu semua agar mencari ilmu yang bermanfaat....#Ilmu yang mulia dan mengamalkan ilmu yang di dapat bersungguh bersungguh mengajarkannya kepada ahli keluarga,....#Anak dan berdzikir kepada الله,....#Selalu hadir di majelis ilmu  dan saling menasehati satu sama lain,....#Berbagi amalan yang supaya mendekatkan diri kepada الله

#Saya ijazahkan kepada kalian semua untuk membaca :

#LA_ILAHA_ILLALLAH_AL_MALIKUL_HAQQUL_MUBIN_100x

#Fadhilah_Nya 👇🏻 :

🌹Melancarkan Rezeki dari banyak sudut.
🌹Merubah Sifat Manusia
🌹Tenang Dari Binggung Di Alam Kubur
🌹Di buka Pintu Syurga
🌹Selamat Siksa Kubur
🌹Akan Datang Segala Kemudahan Di dunia
🌹Dengan setiap membaca maka الله akan menjadikan Malaikat Bertasbih Buat nya Kepada Allah.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
#Qobilna_Ijazah..

Jumat, 12 Oktober 2018

Kisah Di Sebalik Kaca Mata Al Habib Umar Bin Hafidz

KISAH DI SEBALIK KACAMATA ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ .

Alhabib Umar Bin Hafidz memilih untuk menjadi pelanggan sebuah kedai Kaca mata karna beliau sering berganti kaca mata (karna terkadang kadar nya bertambah yang menyebabkan berkurangannya daya lihat), Ahli optik sudah berpengalaman dan melayani Habib Umar berkali kali sejak awal ke datangan nya ke kedai , orang kedai tersebut mengatakan : " Ya Habib , dari awal sudah saya katakan jangan sering menangis , lama lama habib boleh kehilangan penglihatan ," Al habib Umar menjawab : "aku tak begitu peduli apapun yang terjadi dengan penglihatanku , takkan pernah aku dapat berhenti menangis minta pengampunan dari ALLAH, untuk diriku , keluarga dan Umat muslim yang aku cintai ,kalau bukan aku yang menangis siapa lagi ?"
.
.
MasyaALLAH demikian kecintaan Alhabib umar kepada Umat , semoga kita dapat mencontohi seorang yang kita dapat melihat sosok tubuh nya dan kenal personalitinya , .
.
RASULULLAH SAW bersabda : "La yu'minu ahadukum hatta yuhibbu li akhihi ma yuhibbu li nafsihi"
Belum lah kalian disebut beriman hingga dia mencintai saudaranya(yang muslim) seperti dia mencintai dirinya sendiri ... -Sahih Al Bukhari ,

Habib Umar Bin Hafidz Derajat Orang Yang Berilmu

. TIGA DERAJAT ORANG BERILMU 1. Derajat Al Alim Yaitu orang yang memiliki ilmu cukup untuk skala lokal, kebutuhan masyarakat sekampung, s...