Tampilkan postingan dengan label Yaa Tariim Wahlaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yaa Tariim Wahlaha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2018

KISAH UWAIS AL QORNI

"NAMANYA TIDAK TERKENAL DI BUMI TAPI TERKENAL DI LANGIT"

Uwais Al-Qorni (Yang Tidak Meminta Syurga)

Uwais al-Qorni sosok pemuda yang tidak dikenal di bumi tapi namanya harum di langit menjadi perbincangan para Malaikat. Bahkan, di bumi orang-orang menganggapnya gila.

Uwais al-Qorni hidup masa Rasulullah dan tinggal di negeri Yaman. Hidupnya miskin dan ia menderita sakit kulit dan dimana seluruh tubuhnya belang-belang. Ia tinggal bersama Ibunya yang sudah berusia senja. Apapun permintan Ibunya selalu dipenuhi. Hingga tiba saatnya Sang Ibu meminta satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

"Wahai Ananda, Ibu sudah tua. Ibu rindu melihat Ka'bah. Ibu rindu melakukan ibadah haji. Mungkinkah Engkau bawah Ibumu ke Tanah Suci..?". Pinta Sang Ibu kepada anaknya Uwais.

Melihat permintaan Ibu yang begitu serius, Uwais sebenarnya tidak ingin mengecewakan Ibunya. Tapi kondisi hidup yang miskin dan tidak memiliki unta membuat harapan Ibunya seakan mustahil diwujudkan.

Namun, Uwais tidak kehabisan akal. Kondisi hidupnya yang miskin tidak dijadikan alasan dan dalil untuk menolak permintaan Ibu. Uwais akhirnya membeli seekor anak lembu dan ia membuat kandangnya di puncak bukit. Setiap pagi ia gendong anak lembu itu untuk di turunkan, dan sore harinya anak lembu itu kembali ia naikkan ke puncak bukit. Inilah penyebab kenapa orang-orang menganggap Uwais gila.

Akhirnya 8 bulan kemudian baru terjawab. Uwais membeli anak lembu sebagai latihan fisi, agar otot-ototnya kuat. Bagaikan Ibu hamil yang tidak terasa bayi yang dikandungnya semakin hari semakin besar. Uwais pun tidak menyangka, kalau sekarang ia sudah mampuh mengangkat beban yang berat. Maka lembu yang sudah besar itu dijual untuk biaya perjalanannya dan ia menggendong Ibunya dari Yaman ke Mekah.

Saat tiba di Mekah, Sang Ibu sudah mulai berlinangan air mata. Terharu dengan pengabdian anaknya yang luar biasa. Saat tiba di tempat yang mustajabah, Ibunya mendengar anaknya Uwais berdoa, " Ya Allah..,  Masukkanlah Ibu ke Syurga.."

Mendengar doa Uwais seperti itu Ibunya berkata, "Kenapa engkah tidak berdoa kepada dirimu, Nak..?, Kenapa hanya Ibu saja yang engkau doakan..?". Uwais menjawab, "Dengan Ibu masuk Syurga, Ibu akan ridha kepada ku, maka cukup dengan ridha Ibu yang akan mengantarkanku masuk Syurga".

Jawaban Uwais seperti itu membuat Ibunya semakin kagum kepada anakny. Tanpa ia berdoa kesembuhannya, penyakit kulit yang di derita Uwais sembuh seketika. Kecuali hanya bulatan kecil di tangannya sebagai tanda bagi Syaidina Umar dan Syaidina Ali ketika mencari siapa Uwais al-Qorni, karena Rasulullah memerintahkan Syaidina Umar dan Syaidina Ali  untuk mencari Uwais, meminta di doakan oleh Uwais karena doanya diterima oleh Allah SWT.

Uwais al-Qorni tidak mendoakan Syurga, ia hanya mencari ridha Ibunya. Namun tahukah apa yang didapatkan Uwais..? Ternyata Uwais tidak hanya masuk Syurga, ia juga diberikan jatah Syafa'at sehingga mampu membawah orang lain masuk Syurga bersamanya. Sejumlah bilangan manusia dalam suku Rabi'ah dan Mudhar  (dua suku terbesar dalam bangsa Arab).

Pada tahun 39 Hijriyah, Uwais al-Qorni pun wafat menghadap Sang Ilahi. Anehnya, pada saat Uwais dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang tidak dikenal berebutan untuk memandikannya. Begitu pula ketika jenazah mau dikafani, di shalat dan dikuburkan. Bahkan, tidak lama kemudian, sudah tidak terlihat ada bekas kuburannya.
Kepergian Uwais al-Qorni menggemparkan masyarakat Yaman. Lantaran banyak sekali terjadi hal-hal yang amat mengherankan.

Semoga kisah ini dapat menjadi motivasi buat kita semua..

Aamiin.. Ya Robbal Aalamiin..

Selasa, 16 Oktober 2018

SIAPAKAH HABIB UMAR HBIB HAFIDZ ITU ???

Siapakah Alhabib Umar bin Hafidz Bin Syaikh Abu Bakr (BSA)?
_
Beliau dilahirkan sebelum fajar, hari Senin, 4 Muharram 1383 H / 27 Mei 1963 M di kota Tarim. Di kota yang penuh berkah inilah beliau tumbuh dan menerima didikan agama serta menghafal Al-qur'an dalam keluarga yang terkenal dengan keimanan, ilmi dan akhlak yang luhur. Guru pertama beliau adalah ayahanda beliau sendiri, yaitu Habib Muhammad bin Salim yang merupakan mufti kota Tarim Al-ghanna pada saat itu. Ayah beliau adalah seorang intelektual Islam dan seorang penyeru ke jalan Allah. Ayah beliau diculik secara tragis oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal.
_
Beliau, Alhabib Umar bin Hafidz telah benar-benar memahami Al-qur'an sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda.
_
Beliau kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Darul Musthofa dan berbagai pesantren yang telah dibangun dibawah manajemen beliau.
_
Beliau pun masih aktif dalam penyebaran Islam sehingga beliau meluangkan waktu hampir setiap tahunnya untuk mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia termasuk Indonesia demi melaksanakan kegiatan-kegiatan mulianya.
_
اللهم صلّ وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين.. _
@sulaimanrfai
#nasehat #nasihat #habaib #renungan #ahlulbait #ahlulbayt #alawiyyin #ilmu #hijrah #hijrahsantun #tarim #yaman #tarem #yemeni #MR #majlisrasulullah #majelisrasulullahsaw #habib #habibmundzir #habibumarbinhafidz #habibumar #ustadsegafbaharun #habibumarindonesia #habibalialjufri #habibalialjufrie #senyum

Habib Umar Bin Hafidz Derajat Orang Yang Berilmu

. TIGA DERAJAT ORANG BERILMU 1. Derajat Al Alim Yaitu orang yang memiliki ilmu cukup untuk skala lokal, kebutuhan masyarakat sekampung, s...